Angka Kredit Publikasi Ilmiah Yang Didapat Dosen
caratrends.com - Publikasi ilmiah kini tidak lagi sekadar menjadi kewajiban akademik dosen, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam jenjang karier dan kenaikan jabatan fungsional. Setiap artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah memiliki angka kredit berbeda, tergantung pada tingkat reputasi jurnal tersebut.
Berdasarkan skema penilaian yang berlaku, jurnal internasional bereputasi masih menempati posisi tertinggi dalam perolehan angka kredit. Artikel yang terbit di jurnal terindeks Scopus kuartil Q1 hingga Q4 maupun Web of Science (WoS) dapat menghasilkan hingga 40 angka kredit bagi dosen.
Angka tersebut menjadi target utama bagi dosen yang ingin melangkah ke jenjang Lektor Kepala hingga Guru Besar. Namun, tidak semua dosen langsung memulai dari level ini.
Di bawahnya, jurnal internasional yang terindeks Scopus namun belum masuk kuartil atau Scopus Non-Q, serta jurnal yang terindeks WoS, memberikan 30 angka kredit. Jurnal kategori ini dinilai sudah memiliki standar internasional meskipun tingkat persaingannya masih di bawah Q1–Q4.
Sementara itu, pada tingkat nasional, jurnal yang terakreditasi SINTA juga memberikan kontribusi signifikan. Jurnal SINTA peringkat 1 dan 2 memberikan 25 angka kredit, sedangkan SINTA 3 dan 4 memberikan 20 angka kredit.
Bagi dosen pemula, jurnal SINTA kerap menjadi pintu masuk utama dalam dunia publikasi ilmiah. Proses review yang lebih terjangkau serta topik yang relevan dengan konteks nasional membuat jurnal ini banyak diminati.
Selain SINTA, jurnal yang terindeks EBSCO, ESCI, serta Index Copernicus juga memperoleh pengakuan dengan angka kredit sebesar 20 poin. Jurnal-jurnal ini sering dijadikan batu loncatan menuju publikasi internasional bereputasi.
Untuk jurnal nasional dengan akreditasi lebih rendah, seperti SINTA 5 dan 6, dosen akan memperoleh 15 angka kredit. Adapun publikasi yang hanya terdaftar di GARUDA atau sekadar memiliki ISSN memperoleh 10 angka kredit, yang umumnya digunakan sebagai tahap awal latihan menulis karya ilmiah.
Pakar pendidikan menilai, konsistensi publikasi lebih penting dibandingkan langsung mengejar jurnal bereputasi tinggi. Dosen disarankan membangun rekam jejak publikasi secara bertahap, mulai dari jurnal nasional hingga internasional.
Dengan memahami peta angka kredit ini, dosen diharapkan dapat menyusun strategi publikasi yang realistis dan berkelanjutan, sehingga pengembangan karier akademik dapat berjalan lebih terarah.
0 Response to "Angka Kredit Publikasi Ilmiah Yang Didapat Dosen"
Post a Comment